Spesifikasi
- Dimensi: 12 cm x 8 cm x 4 cm
- Tegangan: 220 V AC
- Daya: < 0,5 Watt
- Ambang batas gas elpiji: 10% (+/-5%) LEL of natural gas
- Bunyi Alarm: > 85 dB
- Suhu kerja: -10 s/d 50° Celcius
Keunggulan Produk Kami
- Sensor lebih sensitif (memiliki 80 kali daya deteksi lebih baik dari penciuman manusia normal)
- Fungsi produk berjalan dengan baik karena telah mengalami pengujian cermat sebelum dipasarkan
- Kemasan asli dari produksen, tidak melakukan pengemasan ulang sehingga terjaga ke-originalan produk
- Produk kami memiliki sertifikat CE dan FC,
- Dari produksen yang telah mendapatkan sertifikat ISO 9001
- Garansi Produk satu tahun.
Skema Produk
Cara Pengoperasian alat
- Hubungkan sensor dengan listrik 220V, LED Indikator warna hijau akan berkedip selama 1 menit, sebelum sensor aktif.
- Jika LED Indikator warna hijau akan menyala itu menunjukkan bahwa sensor telah aktif.
Saat terdeteksi kebocoran gas, LED Alarm (merah) akan berkedip & alarm akan berbunyi “beep….beep”.
Sensor akan berhenti berbunyi dan kembali bekerja normal setelah konsentrasi gas elpiji berada dibawah ambang batas. - Jika alarm berbunyi panjang dan LED Alarm (merah) menyala, itu menandakan bahwa sensor tidak bekerja, cabut sensor dari listrik 220V dan coba hubungkan dengan listrik kembali.
Cara Pemasangan
-
Pilih posisi instalasi yang tepat yaitu tinggi 0.3m – 1m dari lantai & radius dari sumber gas < 1.5 m.
-
Gantungkan sensor ke dinding dengan paku.
-
Hindari instalasi yang terlalu dekat dengan ventilasi, kipas angin, pintu, jendela, sumber uap, minyak, dll.
